News

Prabowo: Indonesia Kini Mulai Ekspor Pangan, NTP Tembus Rekor 34 Tahun

371
×

Prabowo: Indonesia Kini Mulai Ekspor Pangan, NTP Tembus Rekor 34 Tahun

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau area pameran dan demplot pertanian pada puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Kabupaten Gorontalo, Rabu 24 Juni 2026 (Foto: Kementan)

IDNZONE.COM – Presiden RI Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan terus menjaga swasembada pangan nasional secara berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara di hadapan lebih dari 100 ribu petani dan nelayan pada acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa pangan adalah persoalan paling mendasar bagi setiap negara. Oleh karena itu, penguatan produksi pangan nasional mutlak dilakukan, terlebih di tengah ancaman krisis global saat ini.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Berkat penguatan tersebut, Indonesia kini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mulai membantu negara lain melalui surplus produksi pangan. Presiden mengungkapkan bahwa sejumlah negara bahkan telah mengajukan permintaan pasokan pupuk, beras, hingga jagung dari Indonesia. Salah satunya adalah Australia, di mana Perdana Menterinya secara langsung menghubungi Presiden Prabowo karena tertarik membeli surplus pupuk Indonesia.

“Alhamdulillah sekarang kita sudah mulai ekspor. Kita membantu negara-negara lain,” ujar Presiden Prabowo.

Kendati demikian, Presiden mengingatkan agar setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus tetap berpihak pada kesejahteraan petani sebagai garda terdepan. “Asal harganya benar. Petani jangan rugi,” tegasnya.

Selain sektor pangan, Presiden juga menyoroti kemandirian energi melalui program biodiesel B50 yang dijadwalkan mulai berlaku pada Juli mendatang. Program ini diharapkan dapat memperkuat hilirisasi sawit sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Capaian Gemilang Sektor Pertanian: NTP Tertinggi dalam 34 Tahun
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan berbagai capaian positif di sektor agraris. Salah satu indikator utama peningkatan kesejahteraan petani terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang menyentuh angka 127.

Baca Juga  Polda Jatim Amankan Dua Provokator Pembakaran Gedung Grahadi

“Izin Bapak Presiden, NTP mencapai 127. Ini tertinggi dalam 34 tahun terakhir,” lapor Mentan Amran.

Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian mencatatkan angka 5,74 persen, menjadi yang tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Sektor ekspor pertanian juga mengalami lonjakan signifikan hingga Rp166 triliun, dibarengi dengan penurunan angka impor sebesar Rp41 triliun.

Amran juga mengapresiasi terobosan kebijakan pemerintah yang berhasil menurunkan harga pupuk sekitar 20 persen. “Kami mengucapkan terima kasih mewakili petani Indonesia. Harga pupuk turun 20 persen. Ini menjadi penurunan harga pupuk yang pertama sejak Indonesia merdeka,” tambah Amran.

Hilirisasi Masif dan Perlindungan Petani Sawit
Pemerintah saat ini tengah mempercepat hilirisasi komoditas strategis nasional, yang mencakup kakao, mete, dan tebu di atas lahan seluas 870 ribu hektare. Program hilirisasi ini diproyeksikan mampu menciptakan hingga tiga juta lapangan kerja baru hingga tahun 2029. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah memberikan berbagai bantuan berupa bibit, pengolahan lahan, dan penanaman secara gratis kepada para petani.

Terkait komoditas sawit, Kementan bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) juga terus melakukan pengawasan ketat terhadap perusahaan-perusahaan yang belum menyesuaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit demi melindungi pendapatan para petani sawit mandiri. Saat ini, harga TBS dilaporkan sudah mulai bergerak kembali normal setelah sempat mengalami penurunan.

Penghargaan Lencana Emas untuk Presiden
Atas kontribusi dan komitmen besarnya dalam memajukan sektor pertanian dan perikanan, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Mohammad Yadi Sofyan Noor, menyampaikan apresiasi yang mendalam dari seluruh petani dan nelayan Indonesia.

Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, KTNA menganugerahkan penghargaan Lencana Emas Adibakti Tani Nelayan Maha Utama kepada Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dinilai telah memberikan dampak nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat di sektor pangan nasional. (KTF)