News

Prancis Catat 1.000 Lebih Korban Jiwa akibat Gelombang Panas Eropa

303
×

Prancis Catat 1.000 Lebih Korban Jiwa akibat Gelombang Panas Eropa

Sebarkan artikel ini
(Foto Istimewa)

IDNZONE.COM – Gelombang panas ekstrem yang melanda wilayah Eropa sejak akhir Juni terus memicu krisis kemanusiaan. Badan kesehatan masyarakat di bawah Kementerian Kesehatan Prancis melaporkan sedikitnya 1.000 kematian berlebih (excess deaths) yang diduga kuat berkaitan dengan sengatan cuaca panas ekstrem ini.

Melansir dari Al Jazeera, otoritas kesehatan Prancis menyatakan bahwa angka kematian tersebut masih berpotensi meningkat. Hal ini disebabkan karena data laporan kematian dari rumah-rumah tinggal maupun fasilitas perawatan lansia di berbagai wilayah masih terus dihimpun.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Sebagian besar korban meninggal dunia diketahui merupakan kelompok lansia berusia 65 tahun ke atas. Kendati demikian, dampak buruk dari suhu ekstrem ini dilaporkan telah dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Menteri Kesehatan Prancis, Stephanie Rist, memperingatkan bahwa efek domino dari gelombang panas ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga 10 hari ke depan.

Lumpuhkan Aktivitas Massa dan Pecahkan Rekor Suhu
Cuaca ekstrem yang mulai mendera Eropa sejak 20 Juni lalu telah mengganggu aktivitas harian warga secara masif. Akibat suhu udara yang terlalu tinggi, sejumlah museum dan sekolah di beberapa negara terpaksa menghentikan operasional mereka lebih awal.

Berdasarkan perkiraan data AFP, sedikitnya 191 juta penduduk Eropa kini harus menghadapi suhu harian mencapai 35 derajat Celsius atau bahkan lebih. Kondisi terpanas diprediksi akan mengepung wilayah Jerman, Ceko, Hungaria, Polandia, Slovakia, Serbia, Kroasia, Italia, Austria, hingga Ukraina bagian barat.

Meski sebagian besar wilayah Prancis saat ini mulai mengalami sedikit penurunan suhu, badan meteorologi setempat mengonfirmasi bahwa beberapa kawasan di bagian timur laut negara tersebut masih berada dalam status peringatan bahaya gelombang panas.

Cuaca Ekstrem Bergeser ke Eropa Timur, Jerman Laporkan Korban Tenggelam
Memasuki akhir bulan, pergerakan cuaca panas dilaporkan mulai bergeser ke arah kawasan Eropa Timur. Di Jerman, selain ancaman heatstroke, cuaca panas juga memicu lonjakan angka kecelakaan di wilayah perairan karena banyaknya warga yang memadati danau dan sungai untuk mencari kesejukan.

Baca Juga  Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026 Usai Tundukkan Ganda India

Menurut laporan dari kantor berita DPA, sedikitnya tujuh orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tenggelam dalam kurun waktu akhir pekan saja. Otoritas Jerman mencatat dua korban tewas berada di Berlin, sementara dalam kasus terpisah, seorang pria ditemukan tidak sadarkan diri di Danau Jungfernheideteich sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.

Jerman sendiri telah dikepung suhu ekstrem selama beberapa hari terakhir dengan temperatur yang mencapai dan melampaui 40 derajat Celsius. Uniknya, layanan cuaca setempat juga mencatat fenomena suhu malam hari di wilayah Kubschuetz yang tidak turun di bawah 29,4 derajat Celsius, sebuah kondisi malam yang tidak lazim untuk wilayah Eropa.

Tepat pada Sabtu, 27 Juni 2026, rekor suhu tertinggi sepanjang masa dilaporkan resmi pecah di tiga negara sekaligus, yakni Jerman, Denmark, dan Republik Ceko.

Dipicu Fenomena Omega Block dan Perubahan Iklim
Para ilmuwan dan pakar meteorologi menilai intensitas gelombang panas kali ini menjadi jauh lebih destruktif karena diperparah oleh perubahan iklim global yang dipicu oleh aktivitas manusia.

Secara teknis meteorologi, fenomena ini dipengaruhi langsung oleh pola cuaca yang dikenal sebagai Omega block. Fenomena atmosfer ini menciptakan sistem tekanan tinggi yang mengunci dan memerangkap massa udara panas di suatu wilayah dalam jangka waktu yang lama, sehingga mencegah pergerakan cuaca normal yang lebih dingin untuk masuk. (EJR)