News

ITB Gandeng Banyuwangi Kembangkan Living Laboratory untuk Pendidikan dan Inovasi

335
×

ITB Gandeng Banyuwangi Kembangkan Living Laboratory untuk Pendidikan dan Inovasi

Sebarkan artikel ini
Dekan Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin (SPITM) ITB Prof. Ir. Wahyu Srigutomo bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan

IDNZONE.COM – Institut Teknologi Bandung (ITB) menyiapkan Kabupaten Banyuwangi sebagai living laboratory atau laboratorium lapangan untuk pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi. Kolaborasi tersebut akan menghubungkan berbagai potensi Banyuwangi, mulai dari geologi, budaya, pertanian, lingkungan hingga pariwisata, dengan penelitian yang menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.

Rencana penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan Dekan Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin (SPITM) ITB Prof. Ir. Wahyu Srigutomo bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Jumat sore, 21 Agustus 2026.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Prof. Wahyu mengatakan, sinergi antara ITB dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sebenarnya telah terjalin cukup lama. Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah dukungan ITB dalam pengembangan Geopark Ijen.

“Kehadiran kami ini untuk memperluas sinergi agar semakin kuat,” kata Prof. Wahyu.

Menurutnya, Banyuwangi memiliki bentang geologi serta kekayaan budaya yang sangat beragam. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjadikan Banyuwangi sebagai ruang belajar langsung bagi mahasiswa maupun dosen ITB.

Melalui konsep living laboratory, berbagai persoalan dan potensi daerah dapat menjadi objek pembelajaran sekaligus penelitian. Hasil riset diharapkan tidak berhenti pada kajian akademik, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan di daerah.

“Dengan aset geologi dan budaya yang sangat kompleks, Banyuwangi bisa menjadi living laboratory pendidikan dan riset bagi para mahasiswa maupun dosen kami. Sebaliknya, riset yang dilakukan harapannya dapat membantu memberikan solusi atas permasalahan di daerah,” ujar Wahyu.

Kolaborasi ITB dan Pemkab Banyuwangi juga berpeluang diperluas ke sejumlah sektor strategis, seperti pertanian, pariwisata, lingkungan, hingga pengembangan teknologi berbasis potensi lokal.

Dalam kerja sama tersebut, ITB akan berkontribusi melalui kapasitas akademik, peneliti, serta inovasi teknologi. Sementara itu, pemerintah daerah berperan sebagai mitra dalam mengidentifikasi kebutuhan sekaligus mengimplementasikan hasil penelitian agar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga  Menteri Airlangga: AI Tak Akan Hilangkan Lapangan Kerja, Justru Ciptakan Peluang Baru

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik rencana perluasan kerja sama tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah dalam menyusun kebijakan dan program pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan.

“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan kampus-kampus, termasuk ITB. Banyak potensi yang bisa kita gali dan kembangkan bersama. Kami berharap, kerja sama ini dapat menghasilkan program konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Ipuk.

Ipuk menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat memperkuat upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi Banyuwangi secara lebih terukur dan berbasis riset.

Ke depan, ITB bersama Pemkab Banyuwangi akan menyusun sejumlah program kolaboratif yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kerja sama tersebut diharapkan mampu menjadikan Banyuwangi bukan hanya sebagai lokasi penelitian, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan pengembangan inovasi yang memberikan dampak langsung terhadap pembangunan daerah. (XRB)