News

Laporan ISPA di Sidoarjo Mulai Turun, Dinkes Ingatkan Ancaman Penyakit Pernapasan

384
×

Laporan ISPA di Sidoarjo Mulai Turun, Dinkes Ingatkan Ancaman Penyakit Pernapasan

Sebarkan artikel ini

IDNZONE.COM – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Sidoarjo menjadi perhatian setelah laporan penyakit tersebut mencapai 6.149 kasus dalam sepekan pada September 2026. Meski jumlah laporan mulai menurun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman penyakit pernapasan.

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), laporan ISPA di Sidoarjo mengalami peningkatan sejak minggu ke-35 hingga mencapai puncak pada minggu ke-37 tahun 2026. Tren tersebut kemudian menunjukkan penurunan pada minggu ke-39, dengan jumlah laporan sekitar 5.300 kasus.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Penurunan sekitar 849 laporan dibandingkan angka 6.149 kasus sebelumnya menjadi perkembangan yang perlu dicermati. Namun, kondisi tersebut belum menjamin tren ISPA akan terus menurun. Dinkes Sidoarjo masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan kasus kembali.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakshmi Herawati Yuwantina, mengatakan pemantauan secara berkelanjutan tetap diperlukan meskipun jumlah laporan ISPA mulai berkurang.

“Penurunan jumlah laporan pada minggu ke-39 merupakan perkembangan yang perlu kita cermati. Namun, masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan tetap harus waspada,” kata Lakshmi, Senin (12/10/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Sidoarjo telah menerbitkan surat edaran tentang kewaspadaan terhadap ISPA dan influenza-like illness (ILI), yakni penyakit dengan gejala menyerupai influenza. Surat edaran tersebut ditujukan kepada fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi perkembangan penyakit pernapasan.

Fasilitas pelayanan kesehatan juga diminta meningkatkan pemantauan dan melaporkan perkembangan kasus secara berkala. Data tersebut menjadi salah satu dasar untuk mendeteksi perubahan tren penyakit serta menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.

Selain memperkuat sistem pemantauan, Dinkes Sidoarjo menyiapkan edukasi kepada masyarakat agar lebih mengenali gejala ISPA dan memahami upaya pencegahannya. Deteksi dini dinilai penting untuk membantu mempercepat penanganan sekaligus mengurangi risiko penularan.

Baca Juga  Kecelakaan Fatal di Margorejo, DPRD Minta Pemkot Tindak Tegas Jika Ada Kelalaian

Lakshmi mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Warga juga diharapkan tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan yang dialami.

Masyarakat yang mengalami gejala berat atau gangguan pernapasan yang tidak kunjung membaik diminta segera mencari pertolongan medis di fasilitas pelayanan kesehatan.

Dinkes Sidoarjo menegaskan bahwa penurunan laporan ISPA perlu diikuti kewaspadaan bersama. Pemantauan kasus oleh fasilitas kesehatan, edukasi masyarakat, dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat diharapkan dapat membantu mengantisipasi perkembangan penyakit pernapasan di Kabupaten Sidoarjo. (UNB)