News

Prof Nasaruddin Umar Dinilai Layak Jadi Ketum PBNU, Ini Alasan Gus Ipul

313
×

Prof Nasaruddin Umar Dinilai Layak Jadi Ketum PBNU, Ini Alasan Gus Ipul

Sebarkan artikel ini

IDNZONE.COM – Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyebut Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar sebagai salah satu tokoh yang memiliki peluang menjadi Ketua Umum PBNU pada masa mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul usai mengikuti apel kesiapan Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026, Selasa (16/6/2026).

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Menurut Gus Ipul, potensi Nasaruddin Umar dapat dilihat dari rekam jejak kepemimpinan PBNU selama beberapa dekade terakhir. Ia menilai sejumlah Ketua Umum PBNU sebelumnya memiliki kesamaan latar belakang, yakni pernah menjabat sebagai Katib Aam PBNU sebelum dipercaya memimpin organisasi.

“Beliau salah satu yang berpotensi. Kalau kita lihat sejak zaman Gus Dur, paling tidak 40 tahun terakhir ini, tiga Ketua Umum PBNU sebelumnya pernah menjadi Katib Aam,” kata Gus Ipul.

Ia kemudian mencontohkan sejumlah tokoh yang menempuh jalur serupa, mulai dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Said Aqil Siroj, hingga KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

“Gus Dur sebelum Ketua Umum pernah jadi Katib Aam. Kemudian Kiai Said sebelum Ketua Umum juga pernah jadi Katib Aam. Terakhir Gus Yahya juga pernah jadi Katib Aam. Nah Prof Nasaruddin Umar ini juga pernah jadi Katib Aam,” ujarnya.

Selain posisi Katib Aam, Gus Ipul menyebut terdapat sejumlah jalur kepemimpinan lain yang secara historis juga membuka peluang untuk menjadi Ketua Umum PBNU. Ia mencontohkan KH Idham Chalid yang sebelum memimpin PBNU pernah menjabat Sekretaris Jenderal PBNU, serta KH Hasyim Muzadi yang sebelumnya merupakan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Baca Juga  Presiden Prabowo Hadiri Puncak Satu Abad NU di Malang, Tegaskan NU Pilar Penjaga NKRI

“Kalau kita lihat statistik, yang pernah jadi Sekjen itu ada potensi. Yang pernah jadi Ketua PWNU Jawa Timur juga berpotensi. Yang pernah jadi Katib Aam juga berpotensi,” katanya.

Meski menyebut sejumlah peluang berdasarkan pengalaman kepemimpinan sebelumnya, Gus Ipul menegaskan dirinya tidak akan maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum PBNU. Ia juga memastikan tidak bersedia jika ada pihak yang mengusulkan namanya.

“Saya Sekjen, tapi saya sudah menyatakan dengan jelas, saya tidak mencalonkan diri dan tidak mau dicalonkan. Dua-duanya, tidak mau mencalonkan diri dan tidak mau dicalonkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengungkapkan bahwa nama Prof Nasaruddin Umar memang mulai banyak dibicarakan dalam berbagai komunikasi dengan pengurus NU di sejumlah daerah. Namun demikian, ia menekankan bahwa proses penentuan calon dan pemilihan Ketua Umum PBNU sepenuhnya akan mengikuti mekanisme organisasi melalui Muktamar.

“Waktu saya keliling ke beberapa daerah, Prof Nasar memang disebut-sebut. Tapi selebihnya nanti tergantung Muktamar,” ujarnya.

Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026 sendiri menjadi salah satu agenda penting organisasi dalam mempersiapkan berbagai keputusan strategis menjelang pelaksanaan Muktamar NU mendatang. (FAL)