News

Bahlil Usulkan Kenaikan Kuota Subsidi Energi dan Anggaran Listrik pada 2027.

345
×

Bahlil Usulkan Kenaikan Kuota Subsidi Energi dan Anggaran Listrik pada 2027.

Sebarkan artikel ini

IDNZONE.COM – Pemerintah Republik Indonesia memberikan sinyal kuat akan memperlebar ruang subsidi energi pada tahun anggaran 2027 mendatang. Langkah ini diambil sebagai strategi mitigasi di tengah ketidakpastian geopolitik global yang dinilai masih membayangi pasar komoditas energi dunia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, secara resmi mengusulkan peningkatan kuota subsidi untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pos anggaran subsidi listrik, serta mempertahankan kuota Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Volume BBM Bersubsidi Diproyeksikan Meningkat
Fokus utama dalam usulan asumsi makro sektor ESDM kali ini terletak pada penyesuaian volume BBM bersubsidi, khususnya jenis Minyak Tanah dan Solar. Menteri ESDM memproyeksikan kebutuhan riil masyarakat akan komoditas tersebut terus meningkat dibandingkan dengan target APBN 2026 yang dipatok sebesar 19,17 juta Kiloliter (KL).

Sebagai gambaran urgensi peningkatan kuota ini, Kementerian ESDM mencatat realisasi penyaluran BBM subsidi hingga Mei 2026 kemarin telah menyentuh angka 7,98 juta KL. Sementara itu, untuk nilai subsidi tetap minyak solar (gasoil 48) diusulkan tidak mengalami perubahan, yakni tetap di angka Rp 1.000 per liter.

Berbeda dengan komoditas BBM, kuota LPG 3 kg atau “gas melon” diusulkan tertahan di angka 8 juta metrik ton untuk tahun 2027. Berdasarkan data berjalan, konsumsi masyarakat terhadap gas subsidi ini telah menguras sebanyak 3,56 juta metrik ton dari kuota tahunan hingga Mei 2026.

Anggaran Subsidi Listrik 2027 Melesat Tajam
Bukan hanya komoditas hilir minyak dan gas bumi, sektor ketenagalistrikan diproyeksikan bakal memakan biaya yang jauh lebih besar pada tahun 2027. Pemerintah menyodorkan usulan anggaran subsidi listrik 2027 melonjak drastis ke kisaran Rp 113,45 triliun hingga Rp 122,83 triliun.

Baca Juga  Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Kebun Raya Purwodadi, Perkuat Konservasi Lingkungan Pelabuhan

Angka ini melesat tajam jika disandingkan dengan plafon anggaran pada APBN 2026 yang berada di angka Rp 100,83 triliun. Adapun realisasi berjalan untuk subsidi listrik hingga Mei 2026 dilaporkan telah mencapai Rp 38,34 triliun.

Asumsi Hulu Migas dan Indikator Ekonomi Makro Sektor ESDM
Selain menentukan volume hilir, Kementerian ESDM juga menyodorkan sejumlah angka krusial yang akan menjadi fondasi penerimaan negara di sektor hulu migas pada tahun 2027, dengan rincian sebagai berikut:

1. Indonesia Crude Price (ICP): Ditetapkan fluktuatif dalam rentang US$ 70 – US$ 95 per barel.

2. Lifting Minyak Bumi: Ditargetkan sebesar 602.000 – 615.000 barel per hari (bopd).

3. Lifting Gas Bumi: Dipatok sebesar 934.000 – 977.000 barel minyak ekuivalen per hari (boepd).

4. Cost Recovery: Diusulkan berada di angka US$ 10,1 – US$ 11,5 miliar.

Postur Anggaran Masih Dinamis Menuju Finalisasi
Menteri ESDM menegaskan bahwa seluruh angka indikator yang disodorkan tersebut saat ini masih bersifat dinamis. Pemerintah memastikan akan terus memantau pergerakan harga minyak dunia secara berkala serta stabilitas politik internasional sebelum memfinalisasi postur anggaran yang presisi.

“Ini disampaikan oleh pemerintah yang diajukan oleh Bapak Presiden, sambil menunggu dinamika geopolitik nanti masuk di bulan Juli, Agustus, baru kita bisa mendapatkan angka yang agak sedikit presisi,” tandas Bahlil. (PJL)