News

YouTube Perketat Aturan Monetisasi, Konten AI Berkualitas Rendah Tak Lagi Dibayar

290
×

YouTube Perketat Aturan Monetisasi, Konten AI Berkualitas Rendah Tak Lagi Dibayar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi - Foto Istimewa

IDNZONE.COM – YouTube memperketat aturan monetisasi bagi kreator konten melalui pembaruan kebijakan Program Mitra YouTube (YouTube Partner Program/YPP). Dalam aturan terbaru tersebut, platform berbagi video itu menegaskan tidak lagi memberikan penghasilan kepada kanal yang mengandalkan konten berulang, minim kreativitas, dan diproduksi secara massal menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Kebijakan ini menjadi langkah tegas YouTube untuk menghadapi maraknya konten berbasis AI yang dinilai hanya mengejar jumlah tayangan tanpa memberikan nilai tambah maupun pengalaman yang lebih baik bagi penonton.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kepala Kepercayaan dan Keamanan YouTube, Matt Halprin, mengatakan teknologi AI pada dasarnya memiliki potensi besar untuk membantu kreator menghasilkan karya yang lebih berkualitas dan kreatif. Namun, ia mengakui teknologi yang sama juga dimanfaatkan sebagian pihak untuk memproduksi video dalam jumlah besar dengan sedikit usaha dan minim sentuhan orisinal.

“Beberapa video AI benar-benar meningkatkan kreativitas dan membantu kreator menghasilkan konten berkualitas dalam jumlah lebih banyak. Itulah yang ingin kami dorong di YPP,” ujar Halprin, dikutip dari TechCrunch, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, YouTube ingin menghentikan praktik content farming, yakni produksi video secara massal yang memiliki isi serupa, tidak memiliki alur cerita yang jelas, dan hampir tidak menunjukkan unsur kreativitas.

“Teknologi yang sama memungkinkan hal-hal hebat, tetapi juga memungkinkan praktik penambangan konten. Itulah yang tidak kami inginkan di YPP,” tambahnya.

Dalam pembaruan kebijakan tersebut, YouTube merinci sejumlah jenis konten yang berpotensi kehilangan hak monetisasi. Salah satunya adalah konten berulang dan minim orisinalitas, termasuk video yang diproduksi menggunakan AI, CGI, maupun template dengan sedikit atau bahkan tanpa sentuhan kreatif dari pembuatnya.

Selain itu, video hasil reproduksi atau pengemasan ulang konten orang lain tanpa memberikan nilai tambah yang signifikan juga berisiko dicoret dari Program Mitra YouTube. Kategori ini mencakup sebagian video tutorial yang hanya menyalin materi yang sudah ada tanpa menghadirkan perspektif atau informasi baru.

Baca Juga  Jemaah Membludak, Tarif Kursi Roda di Masjidil Haram Melonjak 2 Kali Lipat

YouTube juga menyoroti konten yang memanipulasi emosi penonton demi meningkatkan jumlah tayangan. Salah satu contoh yang disorot adalah video yang sengaja menampilkan hewan dalam kondisi sengsara sebelum akhirnya “diselamatkan” untuk memancing simpati publik.

Tak hanya itu, video yang menggunakan persona AI atau representasi digital seseorang untuk membahas isu-isu sensitif seperti keuangan, hukum, kesehatan, dan layanan medis juga masuk dalam kategori yang mendapat pengawasan lebih ketat.

Perusahaan menegaskan, kanal yang secara konsisten mengunggah jenis konten tersebut dapat dikeluarkan dari Program Mitra YouTube sehingga kehilangan akses terhadap pendapatan dari iklan. Kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi konten yang dibuat menggunakan AI, tetapi juga untuk seluruh konten yang tidak memenuhi standar orisinalitas dan kualitas yang ditetapkan platform.

Melalui pembaruan kebijakan ini, YouTube menegaskan bahwa penggunaan teknologi AI tidak dilarang. Sebaliknya, AI diharapkan menjadi alat untuk membantu kreator meningkatkan kualitas dan kreativitas karya, bukan sekadar mesin produksi konten massal yang berorientasi pada perolehan pendapatan iklan.

Dengan aturan baru tersebut, YouTube ingin memastikan sistem monetisasi tetap berpihak kepada kreator yang menghasilkan konten orisinal, inovatif, dan memberikan manfaat nyata bagi para penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan. (NYX)