News

ITS dan Kementerian UMKM Gelar Bursa Wirausaha Unggulan Jatim 2026, Dorong UMKM Naik Kelas

206
×

ITS dan Kementerian UMKM Gelar Bursa Wirausaha Unggulan Jatim 2026, Dorong UMKM Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD saat memberikan sambutan hangat ITS sebagai tuan rumah Bursa Wirausaha Unggulan Jatim 2026. (Foto: Humas ITS)

IDNZONE.COM – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama Kementerian UMKM menyelenggarakan Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong penguatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha di Jawa Timur.

Rektor ITS Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, ST, MScEng, PhD, mengatakan Jawa Timur memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu gerbang baru perekonomian Nusantara dengan dukungan jutaan unit usaha dan koperasi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Dalam kondisi tersebut, ITS mengambil peran strategis melalui penguatan teknologi, inovasi, produktivitas, serta daya saing pelaku usaha daerah.

“Beberapa di antaranya One Pesantren One Product (OPOP), penyediaan desain kemasan gratis, hingga pembekalan ribuan pelajar dengan keterampilan wirausaha,” ujar Bambang.

Melalui Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST), ITS juga aktif membina puluhan startup setiap tahun. Kolaborasi dengan pemerintah menjadi salah satu langkah untuk memperluas pemanfaatan teknologi dalam pengembangan UMKM dan wirausaha baru.

Bambang menyatakan ITS berkomitmen mendukung program pemerintah dalam menaikkan kelas UMKM agar semakin mampu menjadi pilar kemandirian ekonomi bangsa.

“Dukungan perguruan tinggi, pemerintah, dan industri diharapkan terus bersinergi menyediakan ‘kolam’ pasar luas bagi wirausahawan baru,” ujarnya.

Startup Mahasiswa ITS Tampilkan Inovasi

Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur 2026 juga diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari lokakarya, pameran produk inovasi, hingga sesi pitching bisnis bagi peserta.

Dua startup mahasiswa ITS yang dibina Inkubator Layanan Bisnis Inovatif (ILBI) turut mempresentasikan model bisnis dan produk inovasinya. Keduanya adalah Vityuu dan IncludeVision.

Vityuu menghadirkan solusi herbal praktis berupa sweet block spray yang ditujukan untuk membantu pengguna mengurangi konsumsi gula.

Baca Juga  Eri Cahyadi: Surabaya Harus Dijaga dari Perilaku Menyimpang

Produk berbahan Gymnema Sylvestre tersebut dikembangkan oleh tiga mahasiswa Departemen Manajemen Bisnis ITS, yakni Muhammad Nadhif Ikmalsyah, Kevin Ananta Marga, dan Naila Zanuba Mustikaningrum.

Ketiganya mengembangkan strategi pemasaran digital sekaligus membangun ekosistem kesehatan untuk mendukung proses pengurangan konsumsi gula secara berkelanjutan.

Sementara itu, IncludeVision menawarkan solusi berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional industri.

Platform tersebut dikembangkan Singgih Ardiansyah dan Raul Ilma Rajasa dari Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS.

IncludeVision memanfaatkan rekaman kamera CCTV untuk dikonversi menjadi data yang dapat digunakan dalam mengoptimalkan pengelolaan fasilitas. Solusi tersebut diklaim mampu meningkatkan efisiensi biaya operasional hingga 60 persen.

Empat Kluster Layanan untuk Wirausaha

Selain menghadirkan produk dan inovasi startup, Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur 2026 menyediakan empat kluster layanan utama bagi pelaku usaha.

Keempat layanan tersebut meliputi pembiayaan, perizinan usaha, akses pasar digital, dan inkubator.

Penyediaan layanan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengatasi berbagai kebutuhan dalam mengembangkan bisnis, sekaligus mempercepat proses transformasi tenant menjadi wirausaha mandiri.

Kolaborasi ITS dan Kementerian UMKM juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi di Jawa Timur. Perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi salah satu penghubung antara inovasi, kebutuhan industri, pemerintah, dan pelaku UMKM.

Sinergi tersebut juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan pertama mengenai pengentasan kemiskinan, tujuan kedelapan tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta tujuan kesembilan terkait industri, inovasi, dan infrastruktur.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan pelaku usaha, pengembangan UMKM di Jawa Timur diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah usaha, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, inovasi, dan perluasan akses pasar. (MWY)