News

Terminal Teluk Lamong Perkuat Green Port dan Target Net Zero Emission Lewat PROPER 2025–2026

360
×

Terminal Teluk Lamong Perkuat Green Port dan Target Net Zero Emission Lewat PROPER 2025–2026

Sebarkan artikel ini

IDNZONE.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menjalani evaluasi dan verifikasi teknis Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) periode 2025–2026 bersama Tim Evaluator Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).

Kegiatan yang berlangsung pada awal September 2026 tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan penerapan pengelolaan lingkungan di kawasan Terminal Teluk Lamong berjalan sesuai ketentuan sekaligus mendukung konsep Green and Smart Port yang selama ini dikembangkan perusahaan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Empat Aspek Lingkungan Jadi Fokus Verifikasi PROPER
Dalam proses evaluasi, tim melakukan pemeriksaan komprehensif terhadap sejumlah aspek utama pengelolaan lingkungan di area Terminal Teluk Lamong.

Empat aspek yang menjadi fokus verifikasi meliputi pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), serta pengelolaan sampah domestik.

Verifikasi tersebut juga menjadi momentum bagi TTL untuk menunjukkan konsistensi dalam menerapkan berbagai inovasi ramah lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) sektor kepelabuhanan.

Direktur Operasi PT Terminal Teluk Lamong, Muhammad Syukur, mengatakan keikutsertaan perusahaan dalam PROPER bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi.

Menurutnya, PROPER menjadi bagian dari komitmen manajemen untuk memastikan kegiatan operasional pelabuhan tetap berjalan seiring dengan penerapan prinsip keberlanjutan.

“Bagi manajemen TTL, pengelolaan lingkungan dan operasional pelabuhan harus berjalan beriringan. Komitmen ini kami buktikan melalui penyediaan infrastruktur lingkungan yang andal, mulai dari fasilitas pengolahan air limbah hingga penggunaan peralatan operasional berbasis listrik (eco-power) guna menekan emisi karbon secara signifikan,” ujar Syukur.

Pengelolaan Limbah dan Air Limbah Berbasis Digital
Dalam verifikasi teknis tersebut, PT Terminal Teluk Lamong menunjukkan pemenuhan tingkat ketaatan terhadap regulasi lingkungan hidup.

Baca Juga  TTL Perkuat Kompetensi SDM, Gelar Pelatihan Operasional Terminal Peti Kemas

Hal itu antara lain ditunjukkan melalui pengelolaan limbah B3 secara digital menggunakan Festronik, pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik yang dilengkapi flowmeter, serta pengelolaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah non-B3 yang telah memiliki izin resmi.

Penerapan berbagai infrastruktur tersebut menjadi bagian dari sistem pengelolaan lingkungan yang mendukung pengembangan pelabuhan hijau atau Green Port.

Selain pengelolaan limbah, TTL juga menjalankan program pengurangan sampah domestik secara berkelanjutan.

Reduksi Sampah Domestik Capai 71,86 Persen
Salah satu capaian yang ditunjukkan dalam proses verifikasi adalah keberhasilan program reduksi sampah domestik hingga 71,86 persen.

Program tersebut dilakukan melalui sejumlah inovasi, di antaranya digitalisasi perkantoran dengan konsep paperless serta pengomposan mandiri.

Di sisi pemantauan lingkungan, TTL juga secara berkala melakukan pengukuran kualitas lingkungan di sekitar kawasan terminal.

Pemantauan dilakukan pada 11 titik kualitas air laut serta 7 titik kualitas udara ambien dan kebisingan yang mencakup area terminal dan lingkungan permukiman warga.

Data dan hasil pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan aktivitas operasional terminal tetap memperhatikan kondisi lingkungan di sekitarnya.

TTL Bidik Predikat PROPER Biru
Hasil evaluasi dan verifikasi teknis lapangan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penilaian PROPER periode 2025–2026.

Dengan berbagai pemenuhan aspek regulasi serta penerapan sistem pengelolaan lingkungan yang telah dilakukan, PT Terminal Teluk Lamong menyatakan berada pada jalur untuk mencapai predikat PROPER Biru pada periode penilaian tersebut.

Ketua Tim Verifikasi KLH/BPLH, Teguh Irawan, mengapresiasi keterbukaan dan kolaborasi manajemen TTL selama proses evaluasi.

“Kami sangat menghargai kolaborasi dan keterbukaan dari manajemen TTL. Kami optimistis implementasi pengelolaan lingkungan di area TTL akan membuahkan hasil yang maksimal serta mencerminkan tingkat ketaatan yang tinggi terhadap regulasi sehingga semakin memperkuat efektivitas pengelolaan lingkungan di masa depan,” ungkap Teguh.

Baca Juga  Polri Tegaskan Penanganan Aksi Anarkis Dilakukan secara Terukur dan Profesional

Perkuat Peran sebagai Green and Smart Port
Penerapan standar pengelolaan lingkungan yang ketat menjadi bagian dari perjalanan PT Terminal Teluk Lamong dalam memperkuat konsep Green and Smart Port.

Pemanfaatan peralatan operasional berbasis listrik, digitalisasi pengelolaan lingkungan, pengurangan sampah, pengelolaan air limbah, serta pemantauan kualitas lingkungan menjadi sejumlah langkah yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan kegiatan kepelabuhanan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Melalui berbagai program tersebut, Terminal Teluk Lamong terus berupaya memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan sekaligus menjaga ekosistem di kawasan pelabuhan.

Komitmen tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya operasional pelabuhan yang bersih, aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target pengurangan emisi di sektor kepelabuhanan. (QAF)