News

Antisipasi Longsor, BPBD Jember Perkuat Penanganan Retakan Jalan Gunung Gumitir

237
×

Antisipasi Longsor, BPBD Jember Perkuat Penanganan Retakan Jalan Gunung Gumitir

Sebarkan artikel ini

IDNZONE.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama instansi lintas sektor bergerak cepat menangani retakan jalan sepanjang sekitar 30 meter di kawasan Gunung Gumitir, tepatnya di KM SBY 230+950, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Penanganan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi longsor dan mencegah kerusakan jalan semakin parah menjelang musim penghujan. Sejumlah langkah teknis telah dilaksanakan, mulai dari penambalan retakan aspal, penguatan sementara lereng, pemasangan rambu peringatan, hingga pemangkasan vegetasi di sekitar lokasi.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edi Budi Susilo, mengatakan penanganan bermula dari laporan masyarakat dan relawan mengenai adanya retakan di jalur nasional yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, BPBD Jember bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali langsung menerjunkan tim untuk melakukan asesmen awal guna mengetahui kondisi jalan dan potensi risiko yang dapat terjadi.

“Dari hasil asesmen, kami menemukan retakan ringan sepanjang kurang lebih 30 meter pada permukaan aspal di jalur kanan dari arah Jember menuju Banyuwangi, tepat di titik tikungan dan superelevasi. Selain itu, terdapat pohon beringin di dekat lereng yang berisiko mempercepat gerusan tanah jika diterpa hujan deras dan beban kendaraan tonase berat,” ujar Edi Budi Susilo saat dikonfirmasi, Sabtu (10/10/2026).

Untuk menentukan langkah penanganan yang menyeluruh, BPBD Jember kemudian menggelar rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait. Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi teknis, termasuk perbaikan struktur jalan oleh BBPJN dan pemangkasan vegetasi di sekitar lereng.

BBPJN merespons dengan melakukan sealing atau penutupan retakan, pengaspalan ulang (overlay), serta pemasangan karung pasir (sandbag) dan terpal pada bagian lereng yang mengalami gerusan. Papan peringatan dan imbauan bagi pengguna jalan juga dipasang sebelum titik retakan untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara.

Baca Juga  8.000 Paket Bantuan Disalurkan Pertagas untuk Warga Terdampak Banjir

Upaya penanganan dilanjutkan pada Sabtu pagi melalui kegiatan perempesan ranting pohon beringin di sekitar lokasi. Kegiatan ini melibatkan tim gabungan dari BPBD Jember, BBPJN, Satlantas Polres Jember, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan, Forkopimca Silo, relawan, serta unsur terkait lainnya.

Edi mengatakan pemangkasan pohon dilakukan sebagai langkah preventif untuk mengurangi potensi gangguan terhadap kondisi lereng dan struktur jalan saat curah hujan meningkat.

“Kegiatan perempesan pohon beringin terlaksana dengan lancar, aman, dan kondusif. Pemangkasan ini penting agar saat memasuki musim hujan awal Desember nanti, beban dan tarikan akar pohon tidak merusak atau memperparah struktur keretakan jalan,” tambah Edi.

Setelah rekomendasi teknis hasil rapat koordinasi dilaksanakan, BPBD Jember mengimbau masyarakat, khususnya pengendara yang melintasi jalur nasional Gunung Gumitir, agar tetap berhati-hati. Pengguna jalan diminta memperhatikan rambu dan banner peringatan yang telah dipasang di sekitar lokasi retakan.

Kewaspadaan diperlukan terutama saat hujan deras, mengingat kondisi lereng dan jalan di kawasan tersebut perlu terus diperhatikan untuk mengantisipasi potensi gerusan tanah maupun perkembangan retakan.

Melalui koordinasi lintas sektor ini, BPBD Jember berharap risiko kerusakan jalan dan potensi bencana di kawasan Gunung Gumitir dapat diminimalkan sehingga keselamatan pengguna jalan tetap terjaga menjelang musim penghujan. (MEG)