News

KADIN Surabaya Nilai Keandalan Listrik Kunci Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi

252
×

KADIN Surabaya Nilai Keandalan Listrik Kunci Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi

Sebarkan artikel ini
Ketua KADIN Surabaya, H. M. Ali Affandi L.N.M

IDNZONE.COM – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Surabaya menyoroti dampak gangguan pasokan listrik yang terjadi di sejumlah wilayah dan berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), usaha rumahan, industri kecil dan menengah, serta sektor perdagangan dan jasa yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang andal.

KADIN Surabaya memahami bahwa pemeliharaan maupun penguatan sistem kelistrikan merupakan bagian dari upaya menjaga keandalan jaringan. Namun demikian, gangguan pasokan listrik yang terjadi berulang dinilai perlu menjadi perhatian serius karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat dan dunia usaha.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Ketua KADIN Surabaya, H. M. Ali Affandi L.N.M., menegaskan bahwa listrik saat ini merupakan salah satu fondasi utama aktivitas ekonomi modern. Karena itu, setiap gangguan pasokan listrik memiliki dampak yang luas terhadap produktivitas dan pendapatan masyarakat.

“Ketika listrik padam, yang terdampak bukan hanya pabrik-pabrik besar. Ada ibu-ibu yang menggantungkan penghasilan keluarga dari usaha frozen food, ada pemilik laundry yang harus menghentikan pekerjaan, ada pedagang yang kehilangan produk karena pendingin tidak berfungsi, serta pelaku usaha kecil yang kehilangan waktu produksi dan kesempatan memperoleh pendapatan. Karena itu gangguan pasokan listrik harus dilihat sebagai persoalan ekonomi masyarakat, bukan semata persoalan teknis jaringan,” ujar Ali Affandi di Surabaya, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, UMKM dan usaha rumahan merupakan kelompok yang paling rentan menghadapi gangguan pasokan listrik karena sebagian besar tidak memiliki fasilitas cadangan seperti genset maupun sistem penyimpanan energi.

Dampak tersebut dirasakan oleh berbagai sektor usaha kecil sehari-hari. Mulai dari pelaku usaha frozen food, katering, bakery, penjual minuman dingin, warung makan, laundry, penjahit, percetakan skala kecil, bengkel, toko kelontong, hingga usaha berbasis digital yang mengandalkan internet dan perangkat elektronik untuk melayani pelanggan.

Baca Juga  Meriahkan HUT ke-80 RI, Pertamina Patra Niaga Tebar Promo BBM dan LPG

Pada usaha frozen food dan makanan olahan, misalnya, gangguan listrik berpotensi menurunkan kualitas produk akibat terganggunya sistem pendingin. Sementara pada usaha laundry, proses pencucian dan penyetrikaan terhenti. Bagi usaha percetakan, konveksi, dan bengkel, pemadaman dapat menyebabkan keterlambatan penyelesaian pesanan pelanggan yang berdampak pada menurunnya produktivitas usaha.

KADIN Surabaya menilai kebutuhan energi di Jawa Timur akan terus meningkat seiring berkembangnya kawasan industri, pusat logistik, perdagangan modern, industri digital, serta masuknya investasi baru ke daerah. Kondisi tersebut harus diimbangi dengan penguatan infrastruktur kelistrikan yang memadai agar tidak menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi.

Menurut KADIN Surabaya, gangguan pasokan listrik tidak boleh dipandang sebagai persoalan teknis semata. Dampaknya menjalar ke berbagai sektor ekonomi, memengaruhi produktivitas usaha, aktivitas perdagangan, rantai pasok, hingga pendapatan masyarakat.

Untuk itu, KADIN Surabaya mengusulkan sejumlah langkah mitigasi. Pertama, penyampaian informasi dan jadwal pemadaman secara lebih awal, rinci, dan mudah diakses oleh masyarakat maupun pelaku usaha. Kedua, peningkatan keandalan pasokan listrik pada kawasan industri, sentra UMKM, pusat perdagangan, pasar tradisional, serta fasilitas publik strategis.

Ketiga, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembangkitan, transmisi, distribusi, dan mekanisme mitigasi gangguan. Keempat, percepatan pemanfaatan energi alternatif dan energi terbarukan melalui berbagai insentif yang dapat diakses pelaku usaha. Kelima, penguatan koordinasi antara PLN, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam mengantisipasi dampak ekonomi yang timbul akibat gangguan pasokan listrik.

Sementara itu, Kepala Badan Industri dan Real Estate KADIN Surabaya, Didik Prasetiyono, menilai bahwa keandalan infrastruktur energi telah menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan daya saing ekonomi dan investasi suatu daerah.

“Persaingan investasi saat ini sangat ketat. Jawa Timur tidak hanya bersaing dengan daerah lain di Indonesia, tetapi juga dengan berbagai pusat industri di Asia Tenggara. Investor dapat memahami gangguan yang bersifat insidental, namun dunia usaha tentu berharap adanya peningkatan keandalan sistem yang terus-menerus dan terukur,” kata Didik.

Baca Juga  Menuju Swasembada Energi, Bahlil Tekankan Pentingnya Terobosan Konkret

Ia menambahkan, keberhasilan pemerintah dalam mendorong hilirisasi industri, pertumbuhan investasi, serta transformasi ekonomi digital harus ditopang oleh infrastruktur dasar yang kuat dan andal.

“Gangguan pasokan listrik tidak boleh dianggap sebagai persoalan teknis semata. Listrik adalah infrastruktur ekonomi. Ketika pasokan energi terganggu, yang ikut terdampak adalah produktivitas usaha, lapangan kerja, rantai pasok, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu penguatan sistem kelistrikan harus menjadi bagian dari agenda strategis pembangunan ekonomi nasional,” tegasnya.

KADIN Surabaya berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat kolaborasi dalam menjaga keandalan pasokan energi, mempercepat pemulihan apabila terjadi gangguan, serta membangun sistem ketahanan energi yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. (PCW)