News

Warga Resah Usai Rembesan Air Muncul di Tanggul Penahan Lumpur Lapindo

313
×

Warga Resah Usai Rembesan Air Muncul di Tanggul Penahan Lumpur Lapindo

Sebarkan artikel ini
(foto Istimewa)

IDNZONE.COM – Munculnya rembesan air di bawah tanggul penahan lumpur Lapindo di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, kembali memicu kekhawatiran warga sekitar. Aliran air yang keluar dari kaki tanggul pengaman tersebut terlihat lebih deras dari biasanya, sehingga menimbulkan kecemasan terkait kekuatan struktur utama penahan kolam penampungan lumpur.

Salah seorang warga Desa Kalitengah, Nico Febri, mengaku sengaja rutin memantau kondisi benteng raksasa tersebut dalam beberapa hari terakhir. Ia menyaksikan langsung air merembes di bawah tanggul Titik 68 yang berlokasi di perbatasan Desa Glagaharum dan Desa Gempolsari.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Rumahku dengan tanggul tidak jauh, sekitar 50 meteran. Kalau khawatir sudah pasti. Kami ingin ada penanganan cepat untuk memastikan kondisi tanggul tetap aman,” ujar Nico, Selasa (23/6/2026).

Menurut Nico, debit rembesan kali ini tampak lebih besar dibandingkan sebelumnya. Situasi ini membuatnya trauma dan teringat kembali pada insiden jebolnya tanggul yang pernah terjadi pada tahun 2014 silam.

Penjelasan Kementerian PU: Akibat Saluran Tersumbat
Merespons keresahan warga, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air langsung menerjunkan tim ke lokasi. Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan, Nalfian, menjelaskan bahwa rembesan di Titik 68 sebenarnya bukan fenomena baru karena pernah ditemukan pada tahun 2024.

Kala itu, petugas sudah memasang saluran pengarah rembesan beserta alat ukur debit air untuk mengendalikan aliran. Namun, saat ini sistem tersebut mengalami kendala teknis.

“Saat kami cek sepertinya mengalami penyumbatan, sehingga air tidak bisa mengalir melalui jalur yang sudah kami siapkan,” kata Nalfian saat melakukan pengecekan langsung di lapangan.

Meski demikian, Nalfian memastikan bahwa kondisi tanggul penahan lumpur saat ini masih dalam keadaan aman. Berdasarkan hasil pengukuran, debit air yang keluar masih dalam batas wajar dan belum mengindikasikan adanya kerusakan atau bahaya pada struktur tanggul.

Baca Juga  Ahmad Muzani Puji Cerutu Jember: Kualitasnya Setara Produk Kuba

Sebagai langkah penanganan darurat, petugas di lapangan langsung mengarahkan aliran rembesan air ke parit sekitar agar tidak meluap ke pemukiman warga.

Tanggul Bakal Dipertebal 30 Sentimeter
Untuk mengantisipasi ancaman jangka panjang, Kementerian PU telah menjadwalkan perbaikan permanen pada tahun ini. Fokus utama penanganan adalah melakukan peninggian dan penguatan pada beberapa titik tanggul yang terdeteksi mengalami penurunan tanah (subsidence).

“Kami mempertebal tanggul sekitar 30 sentimeter,” tutur Nalfian.

Mengingat volume lumpur yang sudah mendekati ambang batas dan adanya fenomena penurunan tanah yang terus terjadi, proyek peninggian struktur ini menjadi langkah vital demi menjamin keamanan warga Sidoarjo di sekitar kawasan terdampak. (TZY)