IDNZONE.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya penambahan korban jiwa akibat bencana alam yang melanda wilayah Aceh Utara. Hingga Sabtu (3/1/2026), total kumulatif korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.167 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa penambahan ini didasarkan pada laporan terbaru dari lapangan.
“Kami menerima laporan penambahan korban meninggal dunia dari Aceh Utara sebanyak 10 jiwa. Dengan demikian, total korban jiwa meninggal dunia per hari ini menjadi 1.167 orang,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan pers, Minggu (4/1/2026).
Penurunan Jumlah Pengungsi dan Perbaikan Infrastruktur
Di sisi lain, terdapat kabar positif mengenai manajemen pengungsi. Berdasarkan rekapitulasi terbaru sejak awal tahun 2026, jumlah warga yang bertahan di posko pengungsian mengalami penurunan signifikan.
– Total Pengungsi: Saat ini tercatat sebanyak 257.780 jiwa di seluruh Sumatra.
– Penyebab Penurunan: Meliputi proses pembersihan kawasan yang intensif serta penghitungan ulang titik pengungsian secara lebih akurat.
Abdul Muhari menambahkan bahwa progres perbaikan akses publik, seperti jalan dan jembatan, menunjukkan hasil yang nyata, khususnya di wilayah Aceh Tamiang dan lingkungan pondok pesantren.
“Kondisinya sudah terlihat sangat berbeda dibandingkan beberapa waktu sebelumnya. Penanganan darurat dan pendampingan masyarakat terus dilakukan secara terpadu,” imbuhnya.
Sektor Peternakan Turut Terdampak
Bencana banjir dan tanah longsor ini tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga sektor ekonomi warga. Kementerian Pertanian mencatat sebanyak 778.922 hewan ternak terdampak di tiga provinsi utama: Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan bantuan melalui program pemulihan pascabencana.
Langkah Penanganan Kementan:
1. Identifikasi Menyeluruh: Pendataan detail terhadap ternak ayam, sapi, hingga kambing yang terdampak.
2. Pemulihan Berkelanjutan: Pemberian bantuan setelah masa darurat berakhir untuk memulihkan ekonomi peternak.
3. Kehadiran Negara: Memastikan peternak di daerah terdampak tidak berjuang sendirian dalam menghadapi kerugian.
“Kita identifikasi semua. Dari sisi peternakan, kita juga ada program yang nanti kita bantu setelah pemulihan, namanya pemulihan pascabencana,” tegas Wamentan Sudaryono. (YIK)




