IDNZONE.COM – PT Pertamina (Persero) bersinergi dengan anak usahanya, PT Elnusa Tbk, untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatra. Kolaborasi ini difokuskan pada penyediaan akses air bersih bagi warga yang terdampak banjir dan tanah longsor, khususnya di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.
Realisasi bantuan ini ditandai dengan seremoni penyerahan simbolis yang berlangsung di Graha Elnusa, Kamis (8/1/2026).
Fokus pada Infrastruktur Air Jangka Panjang
Dalam upaya ini, pihak penyelenggara menyerahkan tujuh unit alat bor sumur air Jacro serta donasi yang dihimpun dari pekerja Elnusa Group. Alat-alat tersebut akan digunakan untuk membangun sumur air bersih di lokasi-lokasi strategis dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.
Vice President CSR & SMEPP Pertamina, Rudi Ariffianto, menekankan bahwa air bersih merupakan prioritas utama dalam setiap penanganan bencana di Indonesia.
“Kolaborasi ini kami lakukan untuk memastikan masyarakat dapat segera memperoleh akses air bersih yang layak guna mendukung pemulihan kondisi mereka,” ujar Rudi dalam keterangannya, Jumat (9/1/2026).
Capaian Distribusi dan Pembangunan Sumur
Hingga saat ini, Pertamina telah mencatatkan sejumlah langkah konkret di lapangan:
Pengeboran Sumur: 5 sumur baru telah dibangun di Kecamatan Bendahara, Kecamatan Rantau, dan hunian sementara di Kecamatan Karang Baru.
Reaktivasi: 19 sumur air di seluruh Kabupaten Aceh Tamiang telah diaktifkan kembali.
Distribusi Harian: Mengirimkan 15 mobil tangki air bersih setiap hari.
Total Penyaluran: Hingga 8 Januari 2026, total air bersih yang disalurkan ke Aceh Tamiang mencapai 2.165.000 liter.
Sinergi untuk Keberlanjutan
Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo, menyatakan bahwa inisiatif ini dirancang untuk menjadi fondasi pemulihan yang tangguh. Selain Elnusa, Yayasan Baitul Hikmah (YBH) juga turut serta dalam sinergi pembangunan sumur pompa ini.
Program ini tidak hanya terbatas di Aceh. Ke depannya, Pertamina berkomitmen untuk memperluas penyediaan fasilitas air bersih di puluhan titik yang tersebar di provinsi Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Langkah ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama pada poin penyediaan air bersih dan sanitasi layak. (LNM)




