News

Tatap PON Bela Diri II 2026, KONI Jatim Perketat Seleksi dan Pemetaan Lawan

308
×

Tatap PON Bela Diri II 2026, KONI Jatim Perketat Seleksi dan Pemetaan Lawan

Sebarkan artikel ini
Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil (Foto: Humas KONI Jatim)

IDNZONE.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mulai memfokuskan perhatian penuh terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II 2026 yang akan digelar di Manado, Sulawesi Utara, pada Juni 2026. Langkah awal dilakukan dengan menggelar rapat koordinasi bersama pimpinan delapan cabang olahraga (cabor) bela diri di Gedung KONI Jatim, Surabaya, Selasa (13/1/2026).

Delapan cabor bela diri yang akan dipertandingkan pada ajang nasional tersebut meliputi kurash, kabbadi, muaythai, IBCA MMA, hapkido, tinju, anggar, dan kick boxing. Ketua KONI Jatim Muhammad Nabil menegaskan PON Bela Diri II menjadi momentum penting untuk mengukur sekaligus meningkatkan kekuatan olahraga bela diri Jawa Timur yang selama ini dinilai belum optimal dibandingkan cabang olahraga lainnya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“PON Bela Diri ini menjadi tolok ukur kekuatan cabor bela diri di Jawa Timur. Selama ini kita memang masih relatif lemah di sektor ini, sehingga perlu persiapan yang jauh lebih serius dan terukur,” ujar Muhammad Nabil.

Seleksi Ketat, Prioritaskan Atlet Berprestasi

Sebagai bagian dari strategi peningkatan prestasi, KONI Jatim akan menerapkan seleksi atlet secara ketat. Proses seleksi tersebut akan didampingi langsung oleh tim Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) dengan fokus pada atlet yang memiliki rekam jejak prestasi di level nasional maupun internasional.

KONI Jatim hanya akan mengirim atlet yang pernah meraih medali emas atau perak pada PON XXI 2024 Aceh–Sumatra Utara, kejuaraan nasional, serta SEA Games 2025. Nabil menegaskan tidak semua nomor pertandingan akan diikuti.

“Tidak semua nomor akan kami ikuti. Nomor yang tidak memiliki peluang prestasi tentu tidak akan kami kirim. Ini bagian dari efisiensi anggaran dan orientasi prestasi,” tegasnya.

Baca Juga  Pemkab Mojokerto Genjot Industri Halal: 41 IKM Ikuti Bimtek Sertifikasi Gratis Demi Daya Saing Global

Pemetaan Lawan dan Program Latihan Terukur

Selain seleksi atlet, KONI Jatim juga meminta seluruh pimpinan cabor bela diri melakukan pemetaan kekuatan calon lawan dari provinsi lain. Langkah tersebut bertujuan menyusun program latihan yang lebih spesifik, terukur, dan sesuai kebutuhan kompetisi.

Menurut Nabil, waktu persiapan yang lebih panjang dibandingkan PON Bela Diri I 2025 di Kudus menjadi modal penting untuk memperbaiki sistem rekrutmen, kualitas latihan, serta ketepatan target prestasi.

“Dengan persiapan yang lebih matang, rekrutmen lebih akurat, dan latihan lebih terstruktur, kami optimistis prestasi PON Bela Diri II 2026 bisa menyamai, bahkan melampaui capaian sebelumnya,” ucapnya.

Target Tinggi untuk Jawa Timur

KONI Jatim berharap delapan cabor bela diri tersebut mampu menyumbangkan lonjakan prestasi signifikan bagi kontingen Jawa Timur di tingkat nasional. Keberhasilan pada PON Bela Diri II 2026 juga akan menjadi fondasi penting dalam pembinaan jangka panjang menuju PON reguler maupun kejuaraan internasional.

Dengan persiapan yang sistematis sejak awal tahun, Jawa Timur optimistis mampu tampil sebagai salah satu kekuatan utama olahraga bela diri nasional pada PON Bela Diri II 2026 di Manado, Sulawesi Utara. (YOA)