News

Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Sidoarjo

249
×

Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Sidoarjo

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung menyapa warga dalam kegiatan pasar murah perdana Pemprov Jatim tahun 2026 (foto : Biro Humas)

IDNZONE.COM – Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar pasar murah sekaligus membagikan beras gratis kepada masyarakat di Desa Kedengsari, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini dilakukan lebih awal untuk menekan potensi lonjakan harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung menyapa warga dalam pelaksanaan pasar murah perdana Pemprov Jatim tahun 2026 tersebut. Selain menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga bersubsidi, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan beras gratis sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Kepala Dinas Perdagangan Jawa Timur, Dr. Iwan, mengatakan pasar murah di Kecamatan Tanggulangin menjadi pembuka rangkaian kegiatan serupa yang akan digelar sepanjang tahun 2026.

“Ini pasar murah yang pertama di tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Ibu Gubernur. Kegiatan ini juga dipersiapkan dalam rangka menyongsong bulan Ramadan sekaligus Hari Raya Idul Fitri,” ujar Iwan di sela kegiatan.

Ia menyebutkan, berdasarkan perhitungan kalender, awal Ramadan 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026. Oleh karena itu, intervensi harga dilakukan sejak dini guna menjaga stabilitas pasar dan daya beli masyarakat.

Dalam pasar murah tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga di bawah pasaran. Telur ayam dijual seharga Rp22.000 per kilogram, lebih rendah dibanding harga pasar yang telah mencapai Rp28.000 per kilogram. Sementara gula pasir dilepas dengan harga Rp14.500 per kilogram, di bawah harga pasar yang berkisar Rp17.000 per kilogram.

“Tujuannya agar tidak terjadi lonjakan harga di bulan Ramadan nanti. Tadi bisa dilihat langsung perbedaan harga di pasar murah dengan harga di pasaran,” jelasnya.

Baca Juga  Ekskavasi Situs Macan Putih, Banyuwangi Lestarikan Warisan Kerajaan Blambangan

Lebih lanjut, Iwan mengungkapkan Pemprov Jatim telah menganggarkan pelaksanaan pasar murah di sekitar 110 titik yang tersebar di berbagai daerah. Namun, realisasi di lapangan akan menyesuaikan kondisi dan menunggu arahan gubernur.

“Yang sudah teranggarkan ada sekitar 110 titik. Pelaksanaannya nanti kita lihat situasi di lapangan dan tentu menunggu arahan dari Ibu Gubernur,” katanya.

Ia menambahkan, program pasar murah akan diprioritaskan di tingkat desa dan kelurahan agar lebih dekat dengan permukiman warga dan mudah dijangkau masyarakat.

“Titik-titiknya pasti di kelurahan atau desa karena dekat dengan masyarakat. Mereka membutuhkan akses terhadap minyak goreng, gula, dan kebutuhan pokok lainnya,” pungkasnya.

Antusiasme warga terlihat tinggi dalam kegiatan tersebut. Pemerintah berharap, pasar murah dan pembagian beras gratis ini dapat menjadi bantalan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga daya beli menjelang periode konsumsi tinggi di bulan suci Ramadan. (TLA)