IDNZONE.COM – Komisi C DPRD Jawa Timur menggandeng Bank Jatim dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) guna memastikan tersedianya skema kredit yang ramah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Skema pembiayaan tersebut disalurkan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun program Kredit Usaha Kesejahteraan Rakyat (Prokesra).
Anggota DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, menyampaikan bahwa kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk menjawab persoalan utama yang selama ini dihadapi UMKM, yakni keterbatasan akses permodalan. Menurutnya, pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan berbunga ringan menjadi kunci penguatan sektor usaha kecil.
“Permodalan ini menjadi kunci. Kami di Komisi C bermitra dengan Bank Jatim dan BPR agar benar-benar memberikan skema kredit yang ramah UMKM,” ujar Lilik, Senin (12/1/2026).
Lilik menilai UMKM telah terbukti menjadi sektor ekonomi paling tangguh, termasuk saat menghadapi krisis pandemi Covid-19. Ketangguhan tersebut, kata dia, perlu diimbangi dengan dukungan kebijakan yang berkelanjutan agar UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas dan berkembang.
Ia menyebutkan, program Prokesra yang dijalankan oleh BPR selama ini mendapat respons positif dari masyarakat. Tingginya minat pelaku UMKM menunjukkan besarnya kebutuhan akan pembiayaan dengan bunga rendah dan prosedur yang sederhana.
Untuk menjaga keberlanjutan program pembiayaan tersebut, DPRD Jawa Timur saat ini tengah mengawal pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penyertaan modal bagi BPR. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat permodalan BPR sehingga memiliki ruang lebih luas dalam menyalurkan kredit kepada UMKM.
“Penyertaan modal ini bukan untuk kepentingan perbankan, melainkan agar UMKM terus mendapatkan akses pembiayaan dan bisa berkembang secara berkelanjutan,” tegas Lilik.
Melalui sinergi antara DPRD Jawa Timur, perbankan daerah, dan pelaku UMKM, diharapkan ekosistem pembiayaan usaha kecil di Jawa Timur semakin kuat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (XIL)




