News

Kementan Gelontorkan Rp28,3 Miliar untuk Pemulihan Lahan Pertanian Terdampak Bencana di Agam

234
×

Kementan Gelontorkan Rp28,3 Miliar untuk Pemulihan Lahan Pertanian Terdampak Bencana di Agam

Sebarkan artikel ini
Foto udara satu unit alat berat membersihkan lahan pertanian di Kabupaten Agam, Sumatera Barat yang terdampak banjir lahar dingin November 2025 lalu (Foto: Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar)

IDNZONE.COM – Upaya percepatan pemulihan sektor pertanian di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mendapat suntikan dana segar. Kementerian Pertanian (Kementan) resmi mengalokasikan bantuan sebesar Rp28,3 miliar untuk memperbaiki lahan dan infrastruktur tani yang rusak akibat bencana hidrometeorologi akhir tahun lalu.

Bantuan ini merupakan respons langsung terhadap dampak banjir bandang, tanah longsor, dan banjir yang menghantam 16 kecamatan di Kabupaten Agam pada November 2025.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Hasil Koordinasi Intensif ke Pusat
Bupati Agam, Benni Warlis, mengungkapkan bahwa dana tersebut merupakan alokasi tahap pertama pada tahun 2026. Realisasi anggaran ini disebut sebagai buah dari komunikasi intensif antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Alhamdulillah, upaya konsultasi dan koordinasi yang kita lakukan ke Kementerian Pertanian membuahkan hasil positif. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan petani tidak menunggu terlalu lama dalam ketidakpastian,” ujar Benni di Lubuk Basung, Minggu (1/3/2026).

Target Pemulihan 1.604 Hektare Lahan
Sektor pertanian menjadi prioritas utama pemulihan pascabencana karena merupakan tulang punggung ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat Agam. Fokus utama penggunaan dana ini meliputi:

1. Pembersihan Material: Menyingkirkan timbunan material longsor dan sisa banjir yang menutupi area persawahan.

2. Perbaikan Irigasi: Memperbaiki jaringan irigasi yang terputus agar distribusi air ke lahan pertanian kembali normal.

3. Optimalisasi Lahan: Menargetkan 1.604 hektare lahan terdampak untuk segera kembali produktif.

Harapan bagi Kelompok Tani
Bencana pada November 2025 lalu sempat melumpuhkan aktivitas para petani karena sawah yang tertimbun material membuat lahan tidak dapat diolah. Dengan adanya bantuan ini, Bupati berharap ekonomi masyarakat dapat segera pulih.

“Kita ingin memastikan lahan-lahan sawah yang terdampak segera kembali produktif. Saya berharap bantuan ini dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok tani agar produktivitas meningkat dan ekonomi kembali normal,” pungkas Benni. (IFZ)

Baca Juga  Resmi, Tarif Listrik Triwulan I 2026 Tidak Mengalami Kenaikan