News

Pertengahan Ramadan, Harga Pangan Nasional Terpantau Stabil

243
×

Pertengahan Ramadan, Harga Pangan Nasional Terpantau Stabil

Sebarkan artikel ini
Foto Ilustrasi

IDNZONE.COM – Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Pertanian memastikan stabilitas pasokan serta harga pangan nasional tetap terkendali memasuki pertengahan Ramadan 1447 H. Sejumlah komoditas utama bahkan mulai menunjukkan tren penurunan harga di berbagai daerah.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kondisi pangan saat ini berada dalam kategori aman. Hal tersebut disampaikannya usai melakukan pemantauan langsung terhadap dinamika pasar.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Aku sudah cek tadi, (harga) masih relatif stabil,” ujar Andi Amran dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Komoditas Hortikultura dan Daging Mulai Melandai
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tren penurunan harga terjadi secara masif pada komoditas hortikultura di ratusan kabupaten dan kota:

1. Bawang Merah: Mengalami penurunan harga di 227 kabupaten/kota.

2. Bawang Putih: Turun di 147 kabupaten/kota.

3. Cabai Merah: Turun di 128 kabupaten/kota.

4. Cabai Rawit: Turun di 79 kabupaten/kota.

Untuk komoditas daging, harga ayam ras nasional tercatat berada di kisaran Rp41.013 per kilogram, sedikit di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp40.000. Meski demikian, penurunan harga ayam sudah mulai terlihat di 84 wilayah. Sementara itu, harga daging sapi lokal terpantau stabil di angka Rp140.000 per kilogram.

Pantauan Lapangan: Suara Pedagang Pasar Johar
Kondisi stabilnya harga ini terkonfirmasi dari para pedagang di Pasar Johar, Karawang. Nia, salah satu pedagang sayuran, menyebutkan bahwa harga cabai dan bawang kini jauh lebih terjangkau.

“Cabai keriting sekarang Rp35.000 per kg, bawang merah juga turun saya jual Rp35.000. Kalau cabai rawit memang masih Rp100.000, tapi ini sudah lumayan turun dibanding sebelumnya,” ungkap Nia.

Baca Juga  Peneliti UB Desak Pemerintah Lipat Gandakan Anggaran Penindakan Rokok Ilegal

Di sisi lain, untuk kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng, pemerintah terus mengguyur pasar melalui program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) bersama Perum Bulog. Beras SPHP dijual dengan harga sekitar Rp60.000 per kemasan, didampingi ketersediaan minyak goreng rakyat, Minyakita, yang peminatnya melonjak selama Ramadan.

Inflasi Pangan 2026 Lebih Terkendali dibanding Tahun Lalu
Data inflasi menunjukkan performa yang jauh lebih baik dibandingkan periode Ramadan tahun-tahun sebelumnya. Inflasi volatile food per Februari 2026 tercatat sebesar 2,50 persen, dengan inflasi pangan tahunan berada di level 4,64 persen.

Angka ini sangat kontras jika dibandingkan dengan lonjakan inflasi pada Ramadan 2024 yang sempat menyentuh 10,33 persen. Pemerintah optimistis inflasi tahun ini tetap terjaga dalam sasaran target 3 hingga 5 persen demi menjaga daya beli masyarakat hingga hari raya Idulfitri nanti. (CSJ)