IDNZONE.COM – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) resmi mengusulkan kepada pemerintah untuk memperluas cakupan insentif bagi industri otomotif nasional. Gaikindo menilai stimulus fiskal semestinya tidak hanya difokuskan pada kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV), melainkan juga harus menyasar mobil konvensional (Internal Combustion Engine/ICE), hybrid, hingga Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Langkah ini dinilai mendesak demi menjaga stabilitas pasar otomotif domestik, terutama setelah volume penjualan mobil nasional mencatatkan penurunan signifikan pada bulan Mei 2026.
“Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, Gaikindo akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujar Ketua Harian Gaikindo, Anton Kumoonty, dikutip Jumat (3/7/2026).
Dinamika Industri dan Isu Relokasi ke Vietnam
Usulan perluasan insentif ini mencuat di tengah dinamika industri yang kian menantang. Selain fluktuasi pasar di dalam negeri, industri otomotif Indonesia baru-baru ini juga dihangatkan oleh isu relokasi sebagian produksi pabrik komponen asal Jepang ke Vietnam.
Anton menegaskan bahwa otomotif merupakan sektor strategis dengan kontribusi masif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Oleh karena itu, sinergi kebijakan fiskal yang inklusif sangat diperlukan agar Indonesia tidak kehilangan daya saing di kawasan regional.
Rapor Penjualan: Sinyal Merah Bulanan, Hijau secara Kumulatif
Data internal Gaikindo menunjukkan adanya sinyal merah pada performa bulanan teranyar. Penjualan mobil pada Mei 2026 melorot ke angka 69.219 unit, turun cukup tajam dibanding April 2026 yang sempat menyentuh 80.779 unit.
Meski demikian, secara akumulatif tahunan, rapor industri sebenarnya masih terjaga di jalur hijau. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, total penjualan kumulatif mencapai 359.015 unit. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 12,8% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu (year-on-year/YoY).
Apresiasi Regulasi Pemerintah
Selama ini, Gaikindo mengapresiasi konsistensi pemerintah dalam mendukung industri lewat fasilitas investasi, forum dialog, hingga insentif fiskal seperti PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang disesuaikan dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Apresiasi juga diberikan terhadap program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 36 Tahun 2021. Gaikindo berharap regulasi serupa dapat dikembangkan agar mencakup lebih banyak lini kendaraan demi mendongkrak kembali pasar yang sedang lesu.
“Keberhasilan industri otomotif nasional sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara pemerintah dan seluruh pelaku industri,” pungkas Anton. (WIC)




