News

Pasokan Naik, Harga Cabai di Kediri Turun Drastis, Cabai Rawit Anjlok

296
×

Pasokan Naik, Harga Cabai di Kediri Turun Drastis, Cabai Rawit Anjlok

Sebarkan artikel ini

IDNZONE.COM – “`html

Harga cabai di Kabupaten Kediri anjlok tajam akibat lonjakan pasokan di Pasar Induk Pare, memicu kekhawatiran di kalangan petani.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Menurut data Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri yang dirilis Sabtu (23/8/2025), penurunan harga paling signifikan terjadi pada cabai rawit varietas Prentol/Tumi 99, yang merosot ke angka Rp13.000 per kilogram.

Penurunan juga dialami varietas lainnya. Cabai rawit merah (CRM) jenis Ori 212 dan Brengos 99 turun dari Rp22.000 menjadi Rp19.000 per kilogram. Cabai merah besar (CMB) varietas Gada MK terkoreksi dari Rp24.000 menjadi Rp21.000 per kilogram. Cabai merah keriting (CMK) Boos Tavi juga turun dari Rp21.000 menjadi Rp18.000 per kilogram.

Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, menjelaskan, “Hari ini harga aneka cabai turun semua dikarenakan pasokan bertambah. Sedangkan penyerapan masih tetap.”

Data distribusi menunjukkan bahwa Pasar Induk Pare mengirimkan 1 ton cabai keriting dan 3 ton cabai rawit merah ke wilayah Jabodetabek. Industri menyerap 3 ton cabai besar, 0,5 ton cabai keriting, dan 3 ton cabai rawit merah. Sementara itu, 7 ton cabai rawit merah dikirim ke Kalimantan.

Pasokan cabai di Pasar Induk Pare didominasi oleh hasil panen dari Kediri, Malang, dan Blitar. Khusus untuk cabai merah besar, total pasokan mencapai 7 ton, sementara cabai merah keriting mencapai 2,2 ton.

Penurunan harga yang drastis ini menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan ekonomi para petani cabai di tengah melimpahnya hasil panen.

“` (ZHK)

Baca Juga  Komisi X DPR apresiasi capaian ekonomi Indonesia di tengah tantangan