News

Solidaritas Ojol di Situbondo, Mahasiswa Tuntut Usut Tuntas Oknum Brimob

392
×

Solidaritas Ojol di Situbondo, Mahasiswa Tuntut Usut Tuntas Oknum Brimob

Sebarkan artikel ini

IDNZONE.COM – Puluhan mahasiswa dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Situbondo menggelar aksi solidaritas di depan Markas Komando (Mako) Polres Situbondo, Sabtu (30/8/2025). Aksi ini sebagai bentuk protes atas meninggalnya pengendara ojek online (ojol) Affan Kurniawan, yang terlindas kendaraan taktis Brimob saat aksi demonstrasi di Jakarta pada Kamis (28/8/2025).

Sekitar 80 mahasiswa terlibat dalam aksi tersebut. Mereka melakukan orasi, membawa keranda sebagai simbol matinya hukum di Indonesia, serta menuntut agar kasus yang menewaskan Affan segera diusut tuntas.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Apabila ada satu di antara kita yang terkena lindas, apakah kita tidak akan bersuara untuk mendapatkan keadilan,” tegas Ketua Umum PMII Cabang Situbondo, Riyanto, yang juga menjadi koordinator aksi.

Sementara itu, Ketua Umum GMNI Cabang Situbondo, Hazril Febriansyah, menegaskan agar oknum Brimob yang mengendarai kendaraan taktis dan melindas korban harus mendapat sanksi tegas. “Mereka hanya menyerukan aspirasi, kenapa harus ditindas bahkan dilindas,” ujarnya dengan lantang.

Di tengah aksi, Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan turun langsung menemui massa. Ia menyampaikan apresiasi atas aksi mahasiswa yang berlangsung tertib dan kondusif. “Saya juga mengapresiasi mahasiswa yang menyuarakan aspirasi dengan damai tanpa ada gesekan. Mari kita jaga persatuan dan jangan sampai diprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Pantauan di lokasi, mahasiswa yang awalnya berorasi di perempatan Sarworini kemudian bergerak menuju Mako Polres Situbondo. Barisan massa yang semula melingkar semakin rapat mendekati pintu gerbang Polres yang dijaga ketat pagar betis polisi wanita serta pasukan pengendali massa.

Setelah mendengarkan pernyataan Kapolres, mahasiswa kembali membentuk lingkaran dan menggelar doa bersama. Aksi kemudian ditutup dengan menyanyikan lagu “Buruh Tani” sebelum massa membubarkan diri secara tertib. (AYG)

Baca Juga  Demo Diwarnai Penjarahan, Rupiah Diprediksi Melemah Hingga 150 Poin, IHSG Turut Terdampak.