News

Menuju Swasembada Energi, Bahlil Tekankan Pentingnya Terobosan Konkret

277
×

Menuju Swasembada Energi, Bahlil Tekankan Pentingnya Terobosan Konkret

Sebarkan artikel ini

IDNZONE.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan berbagai terobosan baru yang dilakukan pemerintah menjadi pembuka jalan bagi pencapaian target swasembada energi nasional.

Dalam keterangan di Jakarta, Minggu, Bahlil menyampaikan bahwa swasembada energi harus dipandang sebagai pekerjaan besar yang membutuhkan langkah berbeda. Menurutnya, target tersebut bukan sekadar target administratif, melainkan rangkaian terobosan konkret yang dijalankan secara konsisten.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

“Teman-teman semua, jangan pernah kita bermimpi akan menjadi swasembada energi kalau tidak kita melakukan terobosan. Dan, para pengimpor (energi) ini adalah yang mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita untuk bagaimana mendorong swasembada,” ujar Bahlil di hadapan peserta Sidang Pleno XVIII Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu.

Intervensi Teknologi untuk Sumur Tua

Bahlil menyoroti sejumlah persoalan teknis utama di sektor energi, salah satunya banyaknya sumur minyak bumi yang telah menua sehingga lifting migas tidak maksimal.

Dari total sekitar 39.000 hingga 40.000 sumur minyak di Indonesia, hanya sekitar 17.000 sampai 18.000 sumur yang beroperasi. Sisanya merupakan sumur idle atau tidak aktif karena faktor usia dan keterbatasan teknologi.

“Sumur-sumur tua ini, mau tidak mau kita harus intervensi lewat teknologi. Tidak ada cara lain. Nah ini kita kerja samakan,” tegasnya.

Selain optimalisasi sumur tua, pemerintah juga mendorong percepatan pelaksanaan sumur-sumur yang telah masuk dalam plan of development (POD) agar segera berproduksi.

Tender 110 Blok Migas Baru

Sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pasokan energi, Kementerian ESDM berencana membuka tender untuk 110 blok minyak dan gas (migas) baru.

Menurut Bahlil, percepatan eksekusi proyek, investasi teknologi, serta kemitraan strategis antara pemerintah dan sektor swasta harus berjalan beriringan guna mencapai target kemandirian energi.

Baca Juga  Ulubelu Lampung Jadi Pionir Hidrogen Hijau, Langkah Sejarah Transisi Energi Indonesia

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas pengolahan di dalam negeri agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor produk energi jadi.

RDMP Balikpapan dan Program B40

Salah satu contoh konkret peningkatan kapasitas pengolahan adalah beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026.

“Beroperasinya RDMP Balikpapan menghasilkan 5 juta kiloliter bensin dan 3,9 juta kiloliter solar per tahun, maka tahun ini dengan program B40 tidak lagi kita melakukan impor solar dan ini pertama kalinya dalam sejarah peradaban bangsa kita,” ujarnya.

Program B40 sendiri merupakan kebijakan mandatori pencampuran 40 persen biodiesel berbasis minyak sawit dalam bahan bakar solar guna menekan impor dan memperkuat energi terbarukan domestik.

Pilar Astacita Presiden

Swasembada energi menjadi salah satu pilar Astacita Presiden Prabowo, yang bertujuan mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional. Kebijakan ini menargetkan optimalisasi sumber daya energi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada pihak luar, sekaligus menjamin keberlanjutan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bahlil menegaskan, dengan kombinasi percepatan investasi, inovasi teknologi, serta kolaborasi pemerintah dan swasta, target swasembada energi bukan sekadar wacana, melainkan agenda strategis yang tengah dijalankan secara nyata. (WYS)