News

Mahasiswa Doktoral IPB Belajar Langsung Manajemen Industri Pangan di Bogasari

346
×

Mahasiswa Doktoral IPB Belajar Langsung Manajemen Industri Pangan di Bogasari

Sebarkan artikel ini

IDNZONE.COM – Suasana diskusi hangat selama tiga jam terasa di ruang pertemuan Cakra Kembar, pabrik Bogasari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan kunjungan akademik tujuh mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen IPB University yang berdialog langsung dengan jajaran manajemen Bogasari yang dipimpin Kepala Divisi Bogasari, Franciscus Welirang.

Kunjungan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan mahasiswa Program Doktor Ilmu Manajemen, Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University angkatan pertama, dalam rangka mendalami implementasi teori manajemen di dunia industri.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Advertisement

Tujuh mahasiswa doktoral yang hadir yakni Bambang S.E., M.M., Agung Setiawan M.Si, Helmi Faiz Kurniawan S.E M.Si, Muhamada Anhar S.Pi., M.E., Hermalinda Evianisa S.E., M.Si, Danang Hendrajati S.E., M.Si., dan Danu Chandra S.E., M.M. Mereka berasal dari beragam latar belakang profesi, mulai dari dosen, tenaga ahli, hingga konsultan.

Kegiatan tersebut turut didampingi Prof. Dr. Ir. Jono Mintarto Munandar, M.Sc., yang merupakan dosen, peneliti, sekaligus ahli manajemen IPB University.

Dalam keterangannya, Kepala Divisi Bogasari, Franciscus Welirang, menjelaskan bahwa kunjungan ini menjadi sarana penting untuk mempertemukan teori akademik dengan praktik industri, khususnya pada sektor pangan nasional.

Menurutnya, Bogasari sebagai industri tepung terigu pertama di Indonesia yang kini telah berusia 55 tahun memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi nasional.

Franciscus Welirang yang akrab disapa Franky itu memaparkan berbagai aspek pengembangan industri pangan Indonesia, baik dari sisi industri besar maupun sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi pelanggan mayoritas Bogasari.

Ia menyebutkan bahwa sekitar 70 persen pelanggan Bogasari berasal dari sektor UMKM yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, sehingga industri tepung terigu memiliki dampak luas terhadap penciptaan lapangan kerja dan nilai tambah ekonomi.

Baca Juga  Presiden Prabowo dan Donald Trump Teken Perjanjian ART di AS

“Industri tepung terigu tidak hanya mendorong daya saing ekspor, tetapi juga berperan besar dalam menciptakan jutaan pelaku UMKM di sektor pangan,” ujar Franky.

Ia juga menjelaskan keunikan tepung terigu sebagai bahan pangan yang fleksibel untuk dikombinasikan dengan berbagai bahan lokal. Menurutnya, hal ini membuka peluang besar bagi pengembangan inovasi produk pangan berbasis kearifan lokal.

Sejumlah contoh inovasi tersebut di antaranya adalah Cake Salakkilo dari Balikpapan yang memadukan terigu dengan buah salak, produk UKM Nustsafir dari Lombok yang mengolah berbagai biji-bijian lokal, hingga inovasi roti durian, mie berbasis buah naga, mie wortel, serta roti bagelen berbasis singkong dari Bandung.

“Melalui tepung terigu, nilai ekonomi produk pertanian lokal Indonesia dapat meningkat. Potensi ini terus kami kembangkan melalui Bogasari Baking Center (BBC) yang melatih UKM dan masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis terigu,” jelasnya.

Selama diskusi, berbagai topik dibahas secara mendalam, mulai dari manajemen pengolahan, strategi pemasaran, hingga kontribusi industri terhadap pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Termasuk di dalamnya penggunaan energi terbarukan seperti PLTS, rain harvesting, pengelolaan sampah, serta budidaya tanaman dan mangrove.

Selain sesi diskusi, rombongan juga melakukan kunjungan lapangan ke laboratorium, area produksi Mill AB, hingga dermaga Bogasari. Para mahasiswa dan dosen pendamping tampak aktif berdiskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait tata kelola industri dan implementasi manajemen modern di lingkungan Bogasari.

Di akhir kegiatan, Prof. Jono Mintarto Munandar menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan oleh pihak Bogasari. Ia menilai kunjungan ini memberikan wawasan baru yang sangat berharga dalam menghubungkan teori akademik dengan praktik industri secara langsung.

“Pengamatan langsung dan diskusi ini sangat relevan dengan program doktoral manajemen. Banyak hal baru yang membuka wawasan kami tentang industri pangan,” ujarnya.

Baca Juga  Cek Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Simak Update Terbaru di Laku Emas dan Raja Emas

Ia berharap kerja sama dan kesempatan kunjungan akademik seperti ini dapat terus dilanjutkan di masa mendatang untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri. (FYX)